Langsung ke konten utama

Skripsi Problem Posing


ABSTRAK


JALIL, 2011. Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Pembelajaran dengan Pendekatan Problem Posing pada Siswa Kelas XIIPA SMA Negeri 1 Anggeraja Kabupaten Enrekang. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Skripsi Jurusan Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.
Penerapan pembelajaran Problem Posing merupakan strategi pembelajaran yang diadaptasikan dengan kemampuan siswa, dan dalam proses pembelajarannya membangun struktur kognitif siswa serta dapat memotivasi siswa untuk lebih berfikir kritis dan kreatif untuk merekonstruksikan pikiran-pikirannya, dalam pengajuan masalah (merumuskan soal). Pendekatan Problem Posing itu dapat pula memacu kreativitas belajar siswa dan mereka termotivasi untuk meningkatkan proses dan hasil belajar yang tinggi.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan Kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa yang dilakukan selama dua siklus yaitu empat kali pertemuan Siklus I dan empat kali pertemuan Siklus II dengan dua kali tes siklus. Subjek penelitian ini  adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Anggeraja dengan jumlah siswa sebanyak 29 siswa dalam pokok bahasan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel, pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 20010/2011. Setelah diadakan tindakan, data yang terkumpul diolah dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif.
Pada Siklus I skor rata-rata siswa yang dicapai setelah penerapan pendekatan Problem Posing sebesar 61,21 dengan standar deviasi 15,16. Pada Siklus II skor rata-rata siswa meningkat menjadi 76,38 dengan standar deviasi 10,34. Keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar mengalami peningkatan, ini terlihat dari meningkatnya jumlah siswa yang mengajukan pertanyaan, siswa yang menjawab pertanyaan guru, siswa yang merumuskan soal dengan jawaban benar, siswa yang mengumpulkan PR serta aktif mengerjakan LKS.  Dari hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pendekatan Problem Posing pada siswa kelas XIIPA SMA Negeri 1 Anggeraja Kabupaten Enrekang dapat berjalan lancar sebagaimana yang diharapkan. Dengan penerapan pendekatan Problem Posing maka hasil belajar matematika siswa kelas XIIPA dapat meningkat.


˙·٠•●╰დ╮ikuti twitter dan berbagilah dengan aku di facebook, kritikan dan sarannya sangat di butuhkan ╭დ╯●•٠·˙

Komentar

Postingan populer dari blog ini

METODE NUMERIC

A.   Pengertian Metode Numeric Secatra etimologis, Metode artinya cara, sedangkan numeric artinya angka. Jadi metode numerik secara harafiah dapat kita artikan sebagai suatu cara berhitung dengan menggunakan angka-angka. Atau dapat juga kita artikan sebagai teknik atau cara yang digunakan untuk mempormulasikan persoalan matematik sehingga dapat dipecahkan dengan operasi perhitungan/aritmetika biasa (tambah, kurang, kali, dan bagi). Metode numeric ini dapat kita gunakan untuk menyelesaikan persoalan yang rumit atau persoalan yang tidak bisa lagi diselesaikan dengan metode analitik. Metode analitik dalam hal ini adalah metode penyelesaian model matematika dengan rumus-rumus aljabar yang sudah baku (lazim). Metode numeric ini, berangkat dari pemikiran bahwa permasalahan dapat diselesaikan dengan menggunakan pendekatan-pendekatan yang dapat dipertanggung-jawabkan secara analitik. Metode numerik ini disajikan dalam bentuk algoritma-algoritma yang dapat dihitung secara cepat dan mudah ...

Luar Biasanya Apabila Cinta Karena Allah

Follow @jt_sima artikel  Cinta Karena Allah  ini bener luar biasa, mudah2n kisah ini dapat membuka mata hati kita seperti apa cinta itu sebenarnya?? bacala secara eksama cerita ini.. Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda    lagi, usia yg sudah senja    bahkan sudah mendekati malam, pak Suyatno 58    tahun, kesehariannya diisi    dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga    sudah tua. Mereka menikah    sudah lebih 32 tahun    Mereka dikarunia 4 orang anak. Setelah istrinya    melahirkan anak ke empat,    disinilah awal cobaan menerpa, tiba2 kakinya    lumpuh dan tidak bisa   digerakkan itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak    tahun ke tiga seluruh    tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang. Lidahnyapun sudah    tidak bisa digerakkan lagi.    Setiap hari pak Suyatno memandikan, membersihkan...

Hizbul Wathan di Masa Hindia Belanda

Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa pemuda Indonesia mempunyai "saham" besar dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia serta ada dan berkembangnya pendidikan kepanduan nasional Indonesia. Dalam perkembangan pendidikan kepanduan itu tampak adanya dorongan dan semangat untuk bersatu, namun terdapat gejala adanya berorganisasi yang Bhinneka. Organisasi kepanduan di Indonesia dimulai oleh adanya cabang "Nederlandsche Padvinders Organisatie" (NPO) pada tahun 1912, yang pada saat pecahnya Perang Dunia I memiliki kwartir besar sendiri serta kemudian berganti nama menjadi "Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging" (NIPV) pada tahun 1916.  Ikuti @jt_sima Organisasi Kepanduan yang diprakarsai oleh bangsa Indonesia adalah Javaansche Padvinders Organisatie; berdiri atas prakarsa S.P. Mangkunegara VII pada tahun 1916. Kenyataan bahwa kepanduan itu senapas dengan pergerakan nasional, seperti tersebut di atas dapat diperhatikan pada adanya "Padvinder M...